Keutamaan Membaca dan Mendengarkan Al-Qur’an

Sungguh Rahmat Allah SWT sangatlah luas bagi hamba-hambanya terlebih untuk umat muslim yang mau membaca dan mendengarkan kalam-kalam Allah dalam Al-Qur’an. Berbagai keutamaanpun Allah sebutkan dalam Al-Qur’an akan keutamaan ini. Begitu pula Hadis Rasulullah SAW juga sudah banyak menyebutkan akan berbagai keutamaan yang didapatkan oleh para pembaca dan pendengar kalam Allah SWT yang mulia. Maka beruntunglah bagi mereka orang-orang yang mau mendengarkan bacaan mulia ini serta melakukan apa yang diperintahkannya dengan disertai takwa kepada Allah SWT. Dan sebaliknya sangatlah merugi orang-orang yang mendengarkannya dan mengingkari apa yang ada di dalamnya dengan berbuat maksiat kepada Allah SWT. Berbagai keutamaan yang akan didapatkan oleh umat muslim dari membaca dan mendengarkan Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

 

Keutamaan Membaca dan Mendengarkan Al-Qur’an

1.   Mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Allah berfirman dalam Al-A’raf ayat 204;


وَإِذَا قُرِئَ ٱلۡقُرۡءَانُ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ


Artinya: Jika dibacakan Al-Qur’an maka dengarkanlah dan diamlah agar kalian semua mendapatkan rahmat. Para ahli tafsir berbeda pendapat akan konteks dari ayat ini. Beberapa dari mereka mengkhususkan perintah ayat ini ketika sholat saja. Sebagian lainnya mengkhususkan perintah ayat ini ketika sholat, khutbah sholat Jumu’ah dan sholat Id. Sebagian yang lain menjelaskan perintah ini dilaksanakan di semua keadaan. Tafsir terakhir inilah yang dipegang oleh Ibn Jarir, At-Thabari dan Al-Qurthubi.

 

2.   Menambah keimanan, Mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah, ampunan-Nya serta rezeki yang mulia. Keutamaan ini disebutkan oleh Allah dalam Surah al-Anfal ayat 2-4 yang berbunyi;


إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَإِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتۡهُمۡ إِيمَٰنٗا وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ حَقّٗاۚ لَّهُمۡ دَرَجَٰتٌ عِندَ رَبِّهِمۡ وَمَغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ


Artinya: Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah, gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Bagi mereka derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia.

 

3.   Menambah sifat khusyu’. Allah berfirman dalam Al-Isra’ ayat 107-109;


قُلۡ ءَامِنُواْ بِهِۦٓ أَوۡ لَا تُؤۡمِنُوٓاْۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ مِن قَبۡلِهِۦٓ إِذَا يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ يَخِرُّونَۤ لِلۡأَذۡقَانِۤ سُجَّدٗاۤ  وَيَقُولُونَ سُبۡحَٰنَ رَبِّنَآ إِن كَانَ وَعۡدُ رَبِّنَا لَمَفۡعُولٗاوَيَخِرُّونَ لِلۡأَذۡقَانِ يَبۡكُونَ وَيَزِيدُهُمۡ خُشُوعٗا


Artinya:  Katakanlah (Nabi Muhammad), “Berimanlah kamu kepadanya (Al-Qur’an) atau tidak usah beriman (itu sama saja bagi Allah)! Sesungguhnya orang-orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al-Qur’an) dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah (dengan) bersujud.” Mereka berkata, “Maha Suci Tuhan kami. Sesungguhnya janji Tuhan kami pasti terlaksana.” Mereka menyungkurkan wajah seraya menangis dan ia (Al-Qur’an) menambah kekhusyukan mereka.

 

4.   Dilipat gandakan pahalanya dan mendapatkan cahaya di hari kiamat. Hal ini termuat dalam Hadis yang ada dalam Musnad Imam Ahmad dari Abu Hurairah, bahwasnya Rasulullah bersabda:

من استمع إلى أية من كتاب الله كتبت له حسنة مضاعفة ومن تلاها كانت له نورا يوم القيامة


Artinya: barang siapa yang mendengarkan sebuah ayat dari kitab Allah maka baginya pahala yang dilipat gandakan dan bagi orang-orang yang membacanya akan mendapatkan cahaya (nur) besok di hari kiamat.

 

Begitulah keagungan membaca dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an, tentu masih banyak keutamaan yang ada dalam Al-Qur’an maupun Hadis. Semoga kita selalu diberikan Allah kekuatan untuk memperbanyak membaca dan mendengarkan kalam-kalamnya sehingga dapat menjadi penolong di hari yang tak ada pertolongan kecuali atas izinnya.

 

Sumber : Muammad Rajab Farjānī, Kaifa Nata’addab ma’a al-Muṣaf (Kairo: Dār al-I’tiṣām, 1978).

0 Komentar